Sunday, November 2, 2008

My History

Tak dapat dipungkiri bahwa diriku sekarang ini merupakan kelanjutan dari apa yang telah terjadi di masa lalu, baik yang kualami secara langsung ataupun dari cerita orang tua. Aku adalah orang biasa yang menjalani hidup seperti orang lain juga. Tidak seperti cerita seorang pahlawan yang begitu diperhatikan bahkan dipelajari oleh banyak orang. Beginilah aku apa adanya, yang pada kesempatan ini mau menuliskan bagian dari cerita hidupku atau mungkin bisa dibilang "History of Pujiyanto". Cerita sederhana tentang kehidupan orang yang sederhana:)


1983
Pada bulan Oktober tahun ini aku dilahirkan dengan menyandang gelar 'anak ketiga'. Aku adalah anak laki-laki pertama dalam keluargaku. Kedua kakakku semuanya cewek. Mbak...Mbak.... :)
Jarak usia diantara aku dan kakakku cukup jauh, yaitu 8 (delapan tahun) dengan kakak pertamaku dan 6 (enam) tahun dengan kakak keduaku. Dengan penuh pengharapan, orang tuaku memberiku nama PUJIYANTO. Sampai sekarang aku masih belum mengerti makna namaku. Namun yang jelas, orang tuaku menaruh harapan yang besar pada diriku ini. Dan semoga aku bisa memberikan yang terbaik bagi orang tuaku tersayang. Amin.

1988 - 1990
Aku sudah tidak sabar untuk menduduki bangku sekolah, sampai-sampai aku merengek-rengek untuk segera disekolahkan. Akhirnya, aku pun masuk TK Masyithoh bersama dengan teman-temanku yang lain. Bahagia sekali rasanya ketika itu :)
Dua tahun kulewati masa-masa bahagia di taman kanak-kanak. Di sana aku menadapatkan banyak hal, pengalaman, keceriaan, teman, ilmu dan sebagainya. Terima kasih ibu-ibu guruku yang manis ;)

1990 - 1996
Aku harus melanjutkan pendidikanku di sekolah dasar. Sekolah yang kupilih adalah SD Negeri Ngemplak Kidul 02, sekolah terbaik di desaku. Aku bangga sekolah di sana dan aku pun bangga dengan guru-gurunya, yang meskipun kadang galak, aku yakin beliau berbuat demikian untuk kami-kami juga.
Pada bulan November 1991 akhirnya aku punya adik juga. Betapa senangnya...:D Setelah sekian lama menunggu-nunggu datangnya seorang adik. Dia diberi nama Ragil Prasetyo, anak terakhir. Sejak saat itu, kami adalah 4 bersaudara : 2 cewek dan 2 cowok.
Pada pertengahan tahun 1996, akhirnya aku bisa lulus SD dengan peringkat yang sangat membanggakan. Satu persembahan untuk orang tuaku dan juga untuk sekolahku yang telah membawaku hingga bisa menjadi seperti itu.

1996 - 1999
Saatnya aku memulai hari-hariku di sekolah menengah pertama atau juga dikenal sekolah lanjutan tingkat pertama, namanya SLTP N 1 Margoyoso, sekolah SLTP terbaik di kecamatanku. Tidak banyak yang spesial yang perlu diungkapkan. Hampir semuanya berjalan baik-baik saja.

1999 - 2002
Waktu itu aku bingung mau meneruskan sekolah di mana. Sempet terpikir untuk melanjutkan sekolah di STM, yang lulus bisa siap kerja (begitulah dulu anggapanku). Namun, di malam sebelum aku mau berangkat untuk mendaftarkan diri ke STM, kakak iparku (suami dari kakak pertamaku) menasehati diriku agar mendaftar di SMU N 1 Pati saja, SMU terbaik di kabupatenku. Kata beliau, sayang sekali dengan kemampuanku ini kalau hanya mendaftar ke STM, sedangkan di SMU, banyak peluang yang bisa kuraih. Akhirnya, keesokan harinya aku mendaftarkan diri ke SMU dengan diantar oleh kakak iparku. Dan selama tiga tahun, aku menghabiskan kehidupan pendidikanku di sana. Banyak keberhasilan dan banyak pula kegagalan yang aku alami selama tiga tahun itu. Yaah.. begitulah hidup, penuh warna warni:)

2002 - 2005
Setelah berkelana kesana-kemari mengadu keberuntungan dan kemampuan untuk mendapatkan kursi di suatu kampus, akhirnya aku diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Sekolah tinggi milik Departemen Keuangan yang berlokasi di Bintaro, Tangerang. Kadangkala juga disebut Bintaro Jakarta Selatan, he..he..:) Cuma geser dikit kok :D
Kuliah tanpa dipungut biaya alias gratis dan tidak perlu mikir kemana setelah kuliah, karena pekerjaan sudah disediakan, tinggal lokasi penempatan yang menjadi pikiran bagi kami. "IP harus bagus biar dapat penempatan bagus", itulah yang ada dibenak kami semua. Dan itu harus diperjuangkan.
Di tengah perjuangan kuliahku, ada musibah yang sangat mengguncang keluargaku. Peristiwa yang mengubah kehdupan keluargaku. Bisa dibilang, peristiwa itu adalah titik balik yang membawa keluargaku hingga sekarang ini. April 2004, kakakku (anak kedua) telah mendahului kami di usia yang masih muda, beberapa jam setelah melahirkan anak keduanya. Hampir terjadi kericuhah, karena memang ada pihak yang menurut 'kami' patut disalahkan. Awalnya kami susah untuk menerima kenyataan itu, dan masih merasa tidak percaya bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi. Namun seiring berjalannya waktu, kami bisa menerima kenyataan itu. Semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Pada September 2005, akhirnya aku wisuda juga, di Jakarta Convention Center, dengan didampingi orang tua, kakak, adik, ponakan dan bude juga ikut.

2006 - 2007
Setelah sekian lama menunggu kabar dari Jakarta, akhirnya datang juga sms mengenai penempatan. Alhamdulillah aku di tempatkan di Kantor Pusat DJP, tepatnya di Direktorat P4 (sekarang Direktorat P2). Segera aku mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas negara. Setahun lebih aku bekerja di sana. Pergi pagi pulang sore, bahkan seringkali pulang malam. Begitulah rutinitas saat bekerja. Tapi aku berusaha menikmatinya. Dan yang membuat aku betah adalah karena aku memiliki banyak teman yang mau bersamaku, bersenda gurau dan kadang berselisih juga. Menurutku itu hal yang wajar dalam sebuah friendship.

2008
Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan ke D4 Akuntansi di STAN (lagi) meski pendapatan per bulan harus menurun. Sebenernya mulainya bulan November 2007, tapi dua bulan itu hanya tambahan, sedangkan tahun ajaran sesungguhnya adalah mulai awal 2008. Karena aku dulu pas D3 bukan dari spesialisasi akuntansi, maka aku harus mengikuti matrikulasi dulu satu semester, baru kemudian bisa memasuki semester 7. Perjuangan masih panjang. Tetep semangat. Ganbatte!!!!

2 comments:

justmyownway said...

Wah cerita perjuangan hidup seorang anak Pati yang benar2 berjuang dr bawah menuju kesuksesan hidupnya. Saya salut dan semoga selalu mendapat berkah dan anugrah dari Alloh swt Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan putus asa untuk terus selalu berjuang melewati segala rintangan dalam hidup ini. Semoga berhasil. Amin

ito @ts said...

Amin
Thanks to justmyownway :)
Semangat memang harus terus dipupuk. Selalu berusaha melakukan yang terbaik. Kini dan nanti:)